yang terbaik
Dua hari yang lalu, gw main ke rumah temen gw, Ichi, setelah berbulan-bulan nggak ketemu, hehe. Gw dan dia pun ngobrol ngalor ngidul (ps: this term is so Indonesian, just like tetek bengek :D. pps: don’t mind me, just random thought :D), catch up tentang kabar kami, mulai dari dia yang baru jadian (ehm), gw yang mau magang, kabar dia yang baru pake kawat gigi and so on.
Tiba-tiba out of nowhere (i can’t remember how we started), Ichi ngomongin tentang jodoh. Dia ngomong gini,
“gw tuh suka kepikiran deh. gimana ya caranya kita tahu bahwa suami kita adalah yang terbaik buat kita.. gimana kita yakin bahwa nggak ada cowok lain di luar sana yang lebih baik dan lebih cocok sama kita daripada suami kita itu. apalagi gw orangnya bosenan..”
gw yang lagi goler-goleran di kasur pun diem, bingung. Gw juga pernah kepikiran hal yang sama. Gimana ya ketika 20 tahun setelah gw menikah? Akankan gw masih yakin bahwa suami gw adalah cowok yang paling tepat buat gw. Akankan cinta gw akan masih bertahan, sama seperti cinta gw ketika baru menikah dengan dia? (tsaelah, bahasa gw, hahaha).
and suddenly, like a flashbulb, this sentence came out:
“gw gatau sih chi. tapi kalo emang dia cinta dan jodoh sama kita, dia pasti berusaha buat jadi yang terbaik buat kita, jadi yang paling tepat buat kita.”
setelah itu, gw dan Ichi pun sama-sama terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing. Ichi pun bicara, “hmmm ya, kayanya bener strid”
and this night, that question cross my mind again.
Gw sendiri percaya bahwa nggak ada dua orang di dunia ini yang cocok 100%, there’s no such thing. Hubungan yang berhasil bukan didasari gw cocok sama dia. Menurut gw, hubungan yang berhasil didasari oleh usaha dua orang yang berbeda, untuk mengenali perbedaan tersebut dan melakukan kompromi atas perbedaan tersebut. Dan apa motif dari kompromi tersebut? Mungkin motifnya adalah kata yang paling sering disebutkan dalam lirik lagu di muka bumi ini.. love. Tapi ya balik lagi ke sebelumnya, si cinta itu nggak ada artinya tanpa adanya buah usaha dan kompromi tersebut.
And how do we know that compromise work? Hmmm, i don’t know. I think we just know it, and it’s back to us as the scorer of our partner’s effort. Being a scorer is part of compromise i think ;D
well, i just hope that me and my future husband will be able to compromise enough as a proof of our love ;) Amen.