THE REPORT: KL - day 1
15 April 2011
First Destination: Galeri Film Finas
gw dan Izza tiba di KL Sentral. Gw sih ngeliatnya si KL Sentral ini kayak pusat transportnya KL. Karena KL Sentral ini dilewatin sama semua jalur transport-nya KL, kayak LRT, MRT dan rapid KL. Nah, di sini kita dijemput sama tantenya Izza, tante Iin. Dari KL Sentral, kami naik taxi menuju Galeri Film Finas.
Di sinilah drama dimulai.
Jadi, supir taxi kami agak bingung waktu tante Iin nyebut “galeri Film Finas”. Tapi setelah alamatnya disebutkan dengan jelas, barulah dia agak ngeh. Perjalanan ke sana memakan waktu sekitar dua puluhan menit.
Nah, sesampai di sana, kok tampak sempi dan tidak tampak seperti galeri? Dengan agak harap-harap cemas gw dan Izza pun turun dan bergegas masuk ke loby bangunan itu. Dan setelah bertanya, ternyata kata mbak resepsionisnya “Ini kantor nye Finas, buken Galerinye.” (bacalah seperti “e” pada kata belut, bukan pada kata belok, itu mah jadi Betawi :D). DOEEENG :S
Tapi kayanya si Mbak resepsionis kasian karena ngeliat kita udah sampai di situ. Akhirnya dengan komunikasi yang agak tidak lancar (di Malay suka campur bhs melayu + Bhs Inggris), dia berbaik hati menggambarkan peta singkat untuk mencapai si Galer Film Finas. Mbak-nya bilang Galeri FIlm FIinas ada di Jalan Pahang Kecil.
pesan moral: ternyata perbedaan bahasa tidak menyurutkan orang berbuat baik ;)
Akhirnya gw dan Izza memutuskan naik taxi ke jl. Pahang Kecil.
Nah pas naik taxi, gw udah deg-deg ser nih. Soalnya pas kita blg mau ke jln Pahang Kecil, sambil nunjukkin peta dari Mbak resepsionis, si Pakcik (bhs Malay-nya Pak) tampak tidak meyakinkan. Dan waktu kita blg ‘pokonya tinggal lurus aja, pokonya sampai nemu Buletan Pahang’, tiba2 Pakcik ini lewat jalan-jalan kecil dan belok-belok. Pokonya tidak menunjukkan “tinggal lurus aja”.
WAduh, gw udah pucet, takut diculik, atau bahkan dijauhin mentang2 tau kami turis (GR). Setalah 15 menitan si Pakcik malah belok2 terus, Izza pun bertanya, “mana Pakcik, Buletan Pahang nya?”
Terus dia bilang “itu di depan, kita lewat jalan dalam, karena Jumatan, biasanya traffic jam”. Gw pun LEGAAAAAAAAAA, hahaha
Tapi cerita belum selesai, pas nyari Jln. Pahang Kecil, Pakciknya bingung. Lah pegimana? Ini kita yang juga yang orang Indonesia lebih bingung lagiiii. hahahaha. Bahkan kita sempet dua kali puter balik, dan tetep ga nemu. Sementara itu argo naik terus. Errrrrrr.
Akhirnya kita memutuskan berhenti di Hospital Tawakal (unknown, pokonya bangunan yang cukup besar), dan berharap bisa janjian sama tantenya Izza di situ.
And thanks God kita ketemu tante Iin! Huhuhu. Akhirnya kita pun memutuskan pulang dulu ke rumah tante Iin untuk mengatur rencana ke second destinaation.
Intinya, firts destination, failed :D
Second Destination: KLCC dan Petronas Twin Tower
Ternyata foto badan dengan background seluruh Petronas adalah TANTANGAN SULIT. hahahah, this was our best shot:

inipun minta orang fotoin :P
Third Destination: Masjid Abdul Jamek dan Jalan Tuanku Abdul Rahman


Di sini suasanya mirip Pasar baru gitu, dan ada semacam pasar malemnya. Seruu :D
Dan kita makan nasi lemak serta nasi hainan di tenda-tenda pinggir jalan. *mengemat budget*

nasi lemak nya agak mirip nasi warteg sih menurut gw :D
Oia, untuk ke Petronas, Izza dan gw naik LRT. Train dengan tenaga listrik gitu (ga ada masinisnya lho!). jauh lebih murah dan lebih “jelas” dari taxi. hahahaha.
Anyway, semua public transportion-nya malay (LRT, MRT, Taxi, dan Bus Rapid KL) ber AC. Dan penuh nya ga lebay kaya di Jakarta (compared with Bus Debora for example, bagi yg pernah naik :P), bikin orang ga males naik public transportation. Selain itu, user friendly, karena semua stasiun dan di dalam kendaraanya sendiri, dilengkapi dengan peta perjalanan sehingga memudahkan pengguna :)


That’s for the first day! :D I’m ready for the second day!
Destination: Penang :)